Instagram: Ubermoon

Sunday, October 16, 2011

Mengemudi di Maroko..

Mengemudi di Maroko itu membutuhkan tingkat kesabaran dan kejelian super tinggi, semua yang berpikir ini adalah jalan dia karena dia jalannya lurus ya ngga peduli sama org yang mau ambil jalan. Jadi kalau kita yang mau ambil jalan org lain, kita yang harus ekstra sabar berdiam dan menunggu sampai jalan kosong. Just like in Europe or US. *loh, emang uda pernah ke Eropa n Amerika Lan?? Beloooom, gaya aja nulis gitu.. :))))*

Saking riweuhnya mengemudi di Maroko, Papa Hadi tdk mengijinkan Mamah Dhani nyetir, padahal waktu di Malaysia Madhan nyetir kemana2. Hihihi. Beberapa kali saya duduk di depan saat di mobil dan saya merasakan betapa harus berhati-hatinya. Ga bisa deh nyetir sambil ngetweet atau BBMan kayak di Indonesia (ya di Indonesia juga ga boleh kali Laaaaan!!! *TUNG!!*). Lucunya, kalau di Indonesia kan kita bebas membunyikan klakson untuk memberi sinyal 'awas' ke pengemudi lain, nah kl di Maroko, klakson itu adlh pilihan terakhir. Jadi ya jalan adem ayem aja tanpa bising walaupun harus ekstra hati2 liat kiri kanan. Dan di beberapa area ada tanda 'daerah bebas klakson' yang berarti tdk boleh membunyikan klakson di daerah2 itu. Hihihi. Lampu dim bagi pengemudi Maroko adalah tanda 'awas' tingkat pertama yang dipakai. Tingkat nol-nya adalah tdk ada tanda apa2, ya cuma dia kenceng aja jalannya. Hahaha. Klakson adalah tingkat dua, jadi kalau sudah ada yang pake klakson, itu berarti orang itu sudah marah.

Tambahan lucu lain tentang mengemudi di Maroko adalah adanya komunikasi di jalan. Di Indonesia, kalau kita tdk suka dengan pengemudi jalan lain, kita bisa melewati mereka lalu melihat ke arah mereka; yang mana menurut saya useless dan menghabiskan waktu banget. Udah bisa melewati kok malah menahan laju mobil dan ngeliatin pengemudi lain dl.  Hehehe. Atau tingkat terparahnya adalah kita melewati pengemudi lain, berhenti, trus mencak2 kayak orang gila di tengah jalan. Nah itu lebih aneh lg, udah bisa melewati, malah berhenti, pake mencak2 teriak2, ngapaiiiiinnn???? Kayak penting aja!! Malah bikin macet jalan krn tipikal pengemudi Indonesia yang pengen tahu segala urusan orang jadi pasti mobil2 dan motor2 setelahnya minimal memperlambat jalan untuk pengen tahu kenapa ada orang mencak2. Jalanan jadi macet deh. Hih!! Situ oke??? *lho kok?!?!* Hahaha.

Kalau pengemudi di Maroko, mereka punya komunikasi jalan yang aneh tp lucu. Ketika kami melewati round-point (bunderan) dan dari kanan ada mobil yang mau masuk (yang mana itungannya itu adalah jalan kami karena kami sudah masuk bunderan duluan) dan Pak Hassan mengerem agak mendadak karena moncong mobil itu mengambil jalan kami, pengemudi mobil itu juga mengerem lalu melihat ke arah kami dan menepuk2 pelipis yang dekat dengan matanya. Kalau orang yang berpikiran negatif, pasti merasa dia mengatakan "PAKE MATA LOE!!" tapi Madhan yang sll berpikir positif mengartikan orang itu mengatakan "Tenang tenang, gw liat kok.. :)" Maka kami tersenyum sama dia dan melewatinya.

Ketika di Casablanca, ada kejadian lucu lagi yang bikin saya ngakak. Ketika itu kami sedang berjalan santai selesai ibadah di Masjid Hassan II. Jalan lebar dan Pak Hassan memilih jalan di sebelah kanan, pelan dan santai sampai kemudian ada sebuah mobil membunyikan klaksonnya. Saya yang terbiasa merasakan adem ayemnya jalan di Maroko kaget (padahal mah di Indonesia lebih cihuy suara klaksonnya.. :D) dan berkata "What's that Pak Hassan??". Pak Hassan melihat ke arah spion kirinya dan tdk berapa lama ada mobil melewati kami dengan kecepatan lumayan lalu menyalip dengan sedikit memotong jalan kami. Wuss!!! Saya tahu Pak Hassan emosi banget tu, tapi demi membawa tiga pere di dalam, beliau menahan diri. Saya si ngikik aja. Hehehe.

Setelah melewati kami, pengemudi mobil itu mengeluarkan tangannya lalu menggerakkannya ke arah kiri lalu ke depan. Saya bengong. Tanpa saya sadari, Pak Hassan mengatupkan tangannya di tengah lalu membuka tangannya ke samping kiri kanan (dari dalam mobil, tangan Pak Hassan ga keluar dr mobil). Sekilas saya menengok ke Pak Hassan lalu buru2 menengok ke arah mobil depan lagi, kali ini pengemudinya masih mengeluarkan tangannya ke arah kiri lalu tiba2 melibas tangannya ke atas. Saya melihat lagi ke Pak Hassan, tdk mau kalah, Pak Hassan juga melibaskan tangannya ke atas. Lalu mobil depan melaju cepat meninggalkan kami. Sadeeeeeesssss!!!! Mereka berkomunikasi dua arah dengan mobil yang masih melaju dan Pak Hassan berkomunikasi dari DALAM mobil!!! Hahahaha. Untuk yang bingung kira2 mereka berkomunikasi apa, ini saya terjemahkan gerakan dan libasan tangan mereka ya..

Pengemudi mobil depan: Woy!! Jalan cepet!! Jangan lambat2, orang mau jalan cepet jd ga bisa!!
Pak Hassan: Jalanan luas!! (Loe bisa ambil jalur lain!!)
Pengemudi mobil depan: Ya tapi gw mau jalan dan mobil loe ngalangin jalan!! Sinting!!
Pak Hassan: Ah sudahlah!! Gila!!

Hahahaha. Bisa2nya mereka komunikasi dari dalam mobil, depan belakang gitu. Itu kan berarti pengemudi depan harus melihat ke arah spion belakang untuk tahu apa yang dilakukan Pak Hassan. Hahaha. Niat amat bapak'e!! Hihihi.

Pada ahirnya saya jadi belajar sesuatu. Semua adalah bagaimana kita melihat sesuatu. Seperti contoh pertama di atas, kita bisa jadi orang yang berpikir pengemudi lain bilang "Pake mata loe!!" tapi kita juga bisa jadi orang yang memilih untuk berpikir pengemudi itu mengatakan "Tenang, gw lihat kok.. :)" Semuanya tergantung pilihan kita untuk melihat. Dari contoh kedua, kita bisa jadi orang yang mengartikan omongan pengemudi depan adalah "Woy!! Jalan cepet donk!! Ngalangin aja!!" atau bisa "Bung, pinggiran dikit dooonk, saya kan mau lewaaat..". Intinya sama, cuma penerimaannya beda kan.. Yang kedua lebih halus dan santai.

Begitu juga dengan hidup ya, kita bisa memilih untuk melihatnya dengan berat, atau memilih untuk melihatnya dengan santai dan ringan dan bisa dibawa senyum. Saya memilih yang kedua tapi masih terus belajar. Kadang masih drama dan belibet, tapi akan belajar terus untuk senyum aja di setiap kesempatan. Hehehe.

Senyum dulu ah.. :)

*senyum kinyis kinyis*

No comments:

Post a Comment